Jakarta, batdu Indonesia
—
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (
BMKG
) mengungkap bahwa fenomena
El Nino
kuat memicu kemarau di sejumlah wilayah Indonesia kian ekstrem. Fenomena ini juga disebut memicu peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jatim Linda Fitrotul, mengatakan indikasi El Nino mulai masuk kategori kuat karena nilai anomali suhu muka laut di wilayah Samudra Pasifik timur (Nino 3.4) di atas +2 derajat Celcius.
Menurutnya fenomena ini bisa memberikan dampak yang perlu diwaspadai, seperti berkurangnya curah hujan dan musim kemarau menjadi lebih kering.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Karena dapat menyebabkan hari tanpa hujan menjadi lebih panjang, meningkatkan potensi kekeringan, berkurangnya ketersediaan air untuk pertanian maupun kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan risiko karhutla,” kata Linda, melansir
Antara
, Kamis (13/8).
Menurutnya, salah satu penyebab El Nino kategori kuat adalah anomali suhu muka laut di Samudera Hindia bagian barat dan timur yang ditunjukkan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) pada rentang positif 0,63 dan mengindikasikan bahwa suplai air cenderung bergerak dari Indonesia bagian barat menuju pesisir timur Afrika.
Kombinasi kondisi yang ada itu pada akhirnya, mampu menyebabkan musim kemarau mampu menyebabkan musim kemarau di wilayah Indonesia menjadi lebih kering dari normalnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengungkap bahwa fenomena El Nino mempercepat proses kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Djamari, El Nino kategori kuat mulai berlaku dan diperkirakan berlangsung hingga awal Oktober. Ia mengatakan bahwa kondisi ini akan mempercepat perambatan api.
“Keadaan ini [El Nino kuat] akan sangat mempercepat proses penanganan kebakaran hutan kita yang terjadi saat ini,” kata Djamari dalam konferensi pers di kantornya beberapa waktu lalu.
Berdasarkan catatan pemerintah, lebih dari 107 ribu hektare terdampak karhutla di Indonesia hingga awal Agustus 2026.
Guru Besar Kehutanan IPB University Bambang Hero Sajarjo juga mengatakan bahwa El Nino jadi salah satu pemicu, walau bukan faktor utama. Menurut dia, El Nino dapat mempercepat pengeringan biomassa sehingga membuat bahan bakar di permukaan lebih mudah terbakar dan api cepat meluas.
“Sejatinya ada El Nino atau tidak, kegiatan pengendalian kebakaran wajib dilakukan karena akan berdampak sangat buruk terhadap manusia dan lingkungannya,” kata Bambang kepada
batduIndonesia.com
, Selasa (11/8).
Menurut Bambang, El Nino lebih berperan mempercepat pengeringan bahan bakar atau biomassa. Akibatnya, jumlah material yang siap terbakar menjadi lebih banyak dan tinggal menunggu sumber api.
(fta/dmi)
Baca lagi: Nick Resmi Didakwa Pembunuhan Michele dan Rob Reiner
Baca lagi: Ketua DPD Jelang Sidang MPR: Tak Ada Lagi Lagu yang Pancing Hiburan
Baca lagi: Xanh SM Hadirkan Ride-Hailing Listrik dan Lapangan Kerja Berkelanjutan




5 Responses
genting138 pusat game online terbaru dan terpercaya
fins88cobain dah ini situs thailand gokil banget ga ada obeng
untung365 pusat main game online paling mantep
crazyrich88gokil situs slot gacor mantep ga pusat game tempat terbaik
Makasih udah berbagi konten yang berbobot ini. Buat temen-temen yang mau eksplor lebih dalam seputar panduan dan fitur lengkapnya, cus langsung cek di untung88 situs sekarang.